Keluarga Brigadir J Dapat Teror Lewat Telepon, Diminta Bungkam hingga Diperingatkan soal Keamanan

0
8
Source : tribunnews.com

LINIBERITA.ID, JAKARTA – Keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sempat mendapat teror lewat telepon oleh orang tak dikenal.

Mereka mendapat teror tersebut setelah Brigadir J tewas ditembak.

Keluarga diminta untuk bungkam hingga diperingatkan soal keamanan.

Hal ini disampaikan oleh sepupu ibu Brigadir J, Sanggah Parulian, saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

Setelah kematian Brigadir J, keluarga mendapatkan teror melalui sambungan telepon dari orang tak dikenal.

Orang tersebut meminta agar keluarga Brigadir J bungkam.

Keluarga diminta untuk tak berbicara di media.

“Bu tolong ya, Rohani jangan berbicara di media. Ibu kan keluarganya almarhum, kami mau menjembatani keluarga supaya damai-damai,” ujar Sanggah menyampaikan ucapan orang tersebut.

Rohani yang dimaksud adalah kerabat Brigadir J yakni Rohani Simanjuntak.

Sanggah lalu mematikan telepon tersebut lantaran si penelepon enggan menyampaikan identitasnya.

Tak berselang lama, Sanggah kembali ditelepon orang tak dikenal tersebut.

Orang tersebut menekankan agar keluarga diam demi keamanan.

“Pastikan ya Bu, demi keamanan keluarga,” kata si penelepon yang ditirukan Sanggah.

Sanggah lalu ditelepon lagi untuk yang ketiga kalinya.

“Pastikan Rohani tidak bicara di media,” kata penelepon,

Dalam kesaksiannya, Sanggah juga mengungkap bahwa pihak keluarga sempat kesulitan saat ingin melihat jenazah Brigadir J.

Untuk diketahui, keluarga Brigadir J sebanyak 12 orang menjadi saksi dalam sidang Bharada E yang digelar pada Selasa (25/10/2022).

Dalam sidang tersebut, pengacara keluarga Brigadir J juga menjadi saksi.

Dalam kesempatan tersebut, Bharada E menyampaikan permohonan maafnya secara langsung kepada kedua orangtua Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

Samuel bahkan membalas genggaman tangan Bharada E dan dua kali mengusap-usap kepala Bharada E.

Wajah Bharada E tampak menyesal dengan mata menahan tangis. (red)