Pakar Hukum Pidana: Keterangan Janggal ART Ferdy Sambo Diduga Rekayasa, Berpeluang Ringankan Eliezer

0
2
Source : kompas.com

LINIBERITA.ID, JAKARTA – Asisten rumah tangga (ART) Irjen Ferdy Sambo, Susi, diduga terlibat rekayasa dalam pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Ia dicecar majelis hakim usai memberi keterangan yang bertentangan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) saat persidangan.

Pakar hukum pidana Suparji Ahmad menilai keterangan inkonsisten Susi dapat meringankan tuntutan terhadap terdakwa Richard Eliezer. Hal tersebut jika terbukti ada rekayasa yang diupayakan untuk memberatkan Eliezer.

Suparji pun menilai Susi berpeluang menjadi terdakwa baru dalam kasus ini. Majelis hakim sendiri telah mengancamnya dengan proses pidana usai memberi keterangan inkonsisten.

“Potensinya (Susi) menjadi tersangka, bahkan menjadi terdakwa kuat sekali, karena unsur (pasal) 242-nya (tentang kesaksian palsu) cukup kuat memengaruhi, karena ada kebohongan, keterangan palsu,” kata Suparji , Senin (31/10/2022).

Suparji menyebut, dugaan kesaksian palsu Susi perlu dikonfirmasi karena bisa mengubah tuntutan untuk Eliezer.

Di lain sisi, Suparji mengapresiasi majelis hakim yang dinilainya jeli meninjau keterangan saksi. Ia pun menyayangkan terjadinya dugaan rekayasa saat kasus sudah memasuki proses persidangan.

Pasalnya, hal itu bisa memperumit persidangan serta merugikan terdakwa lain dan korban.

“Saya kira hakim sangat bijak dalam menilai keterangan seorang saksi. Dalam hal ini, ketika keterangan saksi itu tidak sesuai dengan fakta, tidak bersesuaian dengan alat bukti dan saksi-saksi lain,” kata Suparji.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Yosua, Martin Simajuntak menilai Susi berupaya mengaburkan fakta pembunuhan berencana Yosua oleh Ferdy Sambo.

Ia menduga Susi dipengaruhi pihak tertentu dalam menyampaikan keterangan sehingga perlu diamankan.

“Susi berangkat ke persidangan itu sudah memiliki paradigma sendiri, sudah memiliki jalan cerita sendiri akibat doktrin dari orang-orang tertentu yang mungkin saja mengajarkan dia,” kata Martin. (red)