Kuat Ma’ruf Diduga Cemburu Brigadir J Jadi Anak Emas Putri Candrawathi

0
0
Source : suara.com

LINIBERITA.ID, JAKARTA – Peran Kuat Ma’ruf yang sebenarnya berprofesi sebagai sopir Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, terus menjadi sorotan. Bahkan karena peran tersebut ibu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, sempat mempertanyakan.

Roslin Simanjuntak yang merupakan bibi Brigadir J juga sempat menduga Kuat seperti menginginkan kematian keponakannya tersebut.

“Kami lihat selama rekonstruksi, dari berita, kok Kuat Ma’ruf ini seakan-akan menginginkan kematian almarhum. Dia lebih agresif untuk melakukan hal-hal agar bagaimana almarhum ini dibunuh, dieksekusi oleh mereka,” ujar Roslin, Kamis (3/11/2022).

Ternyata kecurigaan ini juga disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simajuntak. dirinya mengaitkan hal ini dengan lamanya masa pengabdian Kuat di keluarga Sambo.

“Kuat ini orang paling senior. Dia informasinya sudah bekerja kurang lebih selama 10 tahun di rumah Ferdy Sambo, bahkan mulai dari sebelum rumah Saguling dibangun. Posisinya sebagai sopir dari PC,” jelas Kamaruddin.

Dirinya sempat tidak bekerja selama 2 tahun karena terpapar Covid-19 dan baru kembali beberapa saat sebelum pembunuhan Brigadir J ini terjadi.

“Di antara para sopir dan ajudan ini ada saling cemburu-cemburuan, karena menyangkut kepercayaan dari si majikan,” tutur Kamaruddin.

Kamaruddin kemudian mencontohkan peralihan kepercayaan di kalangan ajudan Sambo. Awalnya sang mantan Kadiv Propam lebih percaya kepada Matius, yang kini pindah kepada Daden Miftahul Haq dan Brigadir J.

“Daden adalah anak emas dari Ferdy Sambo, sedangkan Yosua ini sempat disayang pula oleh ibu Putri. Jadi Daden untuk Ferdy Sambo, Yosua kesayangan dari Ibu, makanya sering diberikan hadiah-hadiah, diberi (ucapan) ulang tahun dengan caption romantis,” kata Kamaruddin.

Hal inilah yang disinyalir menimbulkan kecemburuan bagi Kuat mengingat dirinya lah yang sudah lebih lama bekerja di rumah tersebut.

“Sehingga Kuat di sini cemburu dengan kedekatan itu?”

“Ada dugaan begitu. Nah kemudian Kuat ini yang mempengaruhi pola pikir dari Putri Candrawathi, mendorong Putri Candrawathi melaporkan hal yang enggak-enggak kepada suaminya, Ferdy Sambo.

Sambo kemudian terpengaruh oleh cerita Putri yang sebelumnya telah dihasut oleh Kuat, hingga berujung dengan penembakan keji di rumah Duren Tiga.

Perihal kemampuan Kuat untuk mempengaruhi Putri, menurut Kamaruddin, juga karena Kuat yang sehari-hari bekerja bersama Putri. Di sisi lain, Putri dan Sambo selama ini tinggal terpisah di rumah Saguling serta rumah jalan Bangka. (red)