Kepsek SMKN 1 Cikarang Barat Diduga Lakukan Pungli 

0
3

Cikarang, liniberita.id – Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat disinyalir melawan keputusan Pj Gubernur Jawa Barat, dengan melakukan pungutan liar (Pungli) dengan berbagai macam alasan. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah memastikan gratis atau tidak ada pungutan. Sebab sekolah lanjutan atas tersebut masuk program wajib belajar 12 tahun.

“Banyak keluhan terhadap siswa baru, dengan berbagai macam pungutan di SMKN 1 Cikarang Barat,” ujar Alumni SMKN 1 Cikarang Barat, Yogi Trinanda kepada awak media.

Yogi mengatakan, sangat meyakini kepala sekolah sangat kebal hukum, untuk melakukan pungli bernilai jutaan rupiah untuk per-siswa, antara lain pungutan pembangunan uang gedung, kegiatan sekolah, kunjungan ke pabrik dan terakhir pungli berkedok pramuka, dengan ancaman tidak ikut tetap bayar.

“Kami minta kepada penegak hukum untuk menjebloskan ke penjara Kepala Sekolah SMKN 1 Cikarang Barat. Karena kepala sekolah diduga bebas melakukan aksi punglinya,” kata Yogi dengan nada kesal.

Yogi juga menyampaikan, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin saat berkunjung ke Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu tidak perlu melakukan penegasan sekolah SMK dan SMA Negeri gratis. Justru, kepala sekolah di sinyalir tetap melakukan pungli.

Selain itu, Komite SMKN 1 Cikarang Barat diduga juga sudah tidak berpihak kepada orangtua murid, justru disinyalir bersama-sama melakukan pungli.

“Penegak hukum saja di lawan, apalagi Gubernur. Larangan-larangan di tabrak. Makanya dugaan pungli di SMKN 1 Cikarang Barat bebas beraksi. Tambah lagi Komite Sekolah seolah tidak peduli keluhan orangtua murid,” tandasnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi ke pihak sekolah terkait pungli tersebut kepala sekolah selalu tidak ada berada di tempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak sekolah. (rls/red).